OEM vs TPM : Panduan Lengkap Memilih Maintenance Cisco

Panduan Lengkap Memilih Maintenance Cisco

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Perangkat EOL?

Membahas EOL mungkin akan membuat para admin IT cemas, apalagi jika perusahaan mereka mempunyai bujet yang terbatas terkait hal ini. Secara singkat, EOL bisa diartikan sebagai sebuah notifikasi yang memberi tanda kepada pengguna untuk melakukan penggantian produk atau perangkat.

Jika menggunakan analogi produk makanan, maka EOL bisa disamakan dengan tanggal kadaluwarsa, yaitu tanggal yang menyatakan bahwa sebuah produk makanan sudah melewati masa layak untuk di konsumsi.

Perbedaan Antara EOL, EOS, & EOSL

Ada banyak alasan mengapa OEM menyatakan bahwa sebuah produk sudah memasuki masa EOL. Sebagian alasan tersebut diantaranya adalah adanya perubahan permintaan pasar, ditemukannya teknologi baru, atau memang produk tersebut tidak lagi bisa mengakomodasi kebutuhan perangkat lain. Maka tidak heran jika sebuah perangkat sudah memasuki masa EOL, maka perusahaan dituntut untuk melakukan pembaruan perangkat.

Padahal, kenyataan di lapangan tidak selalu demikian. Beberapa teknologi dibuat untuk bisa digunakan melewati masa EOL itu sendiri. Lalu pertanyaannya, mengapa sebuah perusahaan perlu tahu mengenai EOL, EOS, & EOSL? Sebelumnya bertambah bingung, berikut adalah pengertian dari masing-masing istilah tersebut;

  • EOL

End of Life mengindikasikan bahwa sebuah produk sudah berakhir masa hidupnya, dilihat dari kacamata OEM. Di masa ini, OEM akan memberhentikan semua aktivitas pemasaran, penjualan, maupun mendukung produk tersebut.

  • EOS

End of Sale mengacu pada tanggal terakhir kapan sebuah produk bisa dipesan. Setelah tanggal tersebut terlewati, maka produk tersebut resmi ditarik dari pasaran dan tidak akan tersedia lagi untuk dijual. Biasanya, tidak lama setelah tanggal EOS diumumkan, OEM akan segera memberhentikan dukungan untuk segala macam isu terkait produk tersebut.

  • EOSL

End of Service Life berarti semua dukungan servis & pembaruan dari perangkat sudah tidak lagi dilakukan oleh OEM. Di masa ini, OEM bahkan akan menghentikan kontrak dukungannya sama sekali.

Penjelasan diatas sekaligus menjawab pertanyaan sebelumnya. Dengan mengetahui masa EOL dari sebuah perangkat, maka perusahaan tersebut akan terbantu, bersiap untuk memperbarui perangkatnya. Seperti kita ketahui, proses pembaruan perangkat pada perusahaan tidak semudah dan secepat pada perseorangan, dibutuhkan perencanaan yang matang dan seksama. Itulah pentingnya mengetahui masa EOL dari sebuah perangkat untuk perusahaan.

Pengertian OEM dengan TPM

Ada yang belum tahu apa itu OEM ? Original Equipment Manufacturers atau disingkat menjadi OEM adalah merek perangkat jaringan yang sudah dikenal banyak orang, mulai dari Cisco, Juniper, Fortinet dan lain-lain.

Sebagai contoh, ketika membeli perangkat Cisco dari OEM, sering kali pihak principal sekaligus menawarkan dukungan layanan, yang biasa disebut dengan service maintenance (dukungan pemeliharaan jaringan). Sebenarnya layanan pemeliharaan jaringan memiliki opsi lain, tidak melulu OEM saja. Ada pula service maintenance yang disediakan oleh perusahaan lain (selain principal) yang memiliki kapabilitas untuk pemeliharaan perangkat, biasa disebut Third Party Maintenance.

Bahasa sederhananya TPM (Third Party Maintenance) adalah service maintenance yang di provide oleh pihak ketiga, alias tidak langsung oleh principal. Contohnya adalah NDS. Sedangkan OEM adalah service maintenance yang di provide langsung oleh principal untuk me-maintenance perangkat IT-mu. Contohnya: Cisco, Juniper, Ubiquity, Aruba & Fortinet.

Kenapa sih bisa muncul TPM sedangkan OEM Cisco sendiri menyediakan service maintenance? Alasan kesatu adalah efisiensi, karena biaya pemeliharaan perangkat Cisco tidak murah, bisa menghabiskan hingga 70 persen dari anggaran IT perusahaan.   Efisiensi adalah segalanya di dunia IT. Dari biaya, tenaga kerja, hingga fungsionalitas, efisiensi adalah fokus bisnis di seluruh dunia. Ketika bisnis menyesuaikan diri dengan era digital, mereka juga mengharapkan efisiensi terjadi di antara profesional IT, yang menjadi salah satu alasan—meskipun beban kerja profesional IT meroket—anggaran departemen IT hanya tumbuh $2.000 pada tahun 2016 lalu.

Dengan anggaran yang ketat, menemukan cara baru memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi menjadi hal yang penting. Bagi sebagian bisnis, dukungan jaringan ataupun perangkat adalah salah satu tempat terbaik untuk memulainya. Banyak perusahaan mencari sumber yang lebih baik untuk pemeliharaan jaringan maupun perangkat, sehingga muncullah TPM sebagai solusi alternatif. Meskipun begitu, masih banyak juga perusahaan yang bingung apakah sebaiknya menggunakan dukungan OEM atau TPM saja untuk memelihara jaringan atau perangkat cisco mereka.

Cek Produk Router dari NetData disini :

Kelebihan dan Kekurangan OEM Support

Kelebihan dari OEM support Cisco adalah biasanya memberikan service maintenance selama periode 1-3 tahun pertama setelah pembelian dan memberikan opsi untuk memperpanjang jika masanya sudah habis.

Oleh karena OEM Cisco adalah pihak yang mengembangkan dan memproduksi produk cisco itu sendiri, maka seringkali dipandang sebagai pacarnya perangkat tersebut.

Wajar saja pandangan ini muncul karena mereka memiliki pengetahuan teknik yang mendalam dan menyediakan pembaruan dan peningkatan perangkat lunak yang diperlukan. OEM akan sering menghentikan produk dan dukungan untuk menciptakan keusangan dan mendorong penyegaran teknologi.

Cisco OEM Support

Namun tidak serta merta OEM support cisco tidak memiliki kekurangan. Layanan pemeliharaan jaringan ini awalnya hadir dengan harga yang wajar. Bahkan, beberapa OEM selain cisco menawarkan layanan dukungan dan pengaturan secara gratis dalam beberapa bulan pertama setelah pembelian. Harga tersebut kemudian mulai berubah setelah beberapa tahun.

Perusahaan mungkin mulai melihat tagihan meningkat. Ini jelas bukan kesalahan administrasi, dan kemungkinan besar sudah tercantum pada kontrak layanan saat dilakukan pembelian. Dan perlu diketahui bahwa OEM melakukan ini dengan sengaja.

Berikut sejumlah alasan mengapa OEM dengan sengaja menaikkan harga secara bertahap seperti sudah dijelaskan diatas;

  1. Pelatihan Layanan Dukungan. OEM harus melatih staf mereka untuk memperbaiki peralatan apa pun yang masih didukung. Ini berarti setiap hadir lini produk baru, maka semakin dibutuhkan pelatihan yang banyak juga, semakin banyak perangkat yang digunakan, semakin lama juga masa pelatihannya. Dengan meningkatkan biaya untuk mendukung model lama, OEM juga mendorong penggunanya untuk memperbarui sistem mereka. Secara otomatis, hal tersebut kemudian mempermudah mereka untuk menghapus model lama dan menghilangkannya dari program pelatihan mereka. Inilah yang disebut End of Life atau EOL.
  2. Mendukung Penjualan Model Baru. Dengan meningkatkan harga model lama, maka secara tidak langsung OEM mendorong customer untuk membeli produk model baru. Di sisi OEM, penjualan produk mereka meningkat. Sedangkan di sisi customer, mereka bisa saja terbebani jika tidak siap untuk mengeluarkan biaya yang besar.

Kelebihan dan Kekurangan Third Party Maintenance

TPM biasanya merupakan opsi paling efisien untuk memelihara perangkat cisco. Berikut merupakan kelebihan dari TPM :

  1. Penghematan Biaya. Inti utama dari bisnis adalah untuk mengurangi biaya tanpa mengorbankan kualitas. Beralih dari OEM ke TPM adalah salah satu cara terbaik untuk melakukannya.
  2. Peningkatan Efisiensi dan Fleksibilitas.Sebagian besar server menggunakan peralatan dari beberapa OEM, yang kemudian berimbas kepada mahalnya dukungan layanan untuk melakukan pemeliharaan. Alih-alih harus menggunakan dukungan dari setiap OEM setiap kali ada masalah, ada baiknya menggunakan TPM untuk menangani masalah secara keseluruhan.
  3. Memperpanjang Masa Hidup Perangkat.Sebagian besar OEM akan menyarankan untuk mengganti peralatan sebelum tanggal EOL, 5 sampai 10 tahun setelah model dirilis. Setelah tanggal EOL usai, OEM akan menghentikan dukungan mereka untuk perangkat keras tersebut. Namun, umur fungsional rata-rata dari perangkat keras jaringan sering kali lebih dari yang dikatakan OEM. Sayangnya, kurangnya dukungan dari OEM mengakibatkan lebih dari 85 persen pengguna membuang sistem lama mereka secara prematur. Untuk mengatasi masalah ini, TPM menawarkan dukungan untuk perangkat keras yang lebih lama, hingga 10 tahun setelah tanggal EOL mereka terlewati, yang kemudian secara efektif memperpanjang masa hidup sekaligus mengurangi biaya penggantian perangkat.
  4. Paket yang Dapat Disesuaikan.Dari semua masalah dengan penyedia layanan OEM, kurangnya fleksibilitas adalah yang paling membuat frustasi perusahaan. Layanan dukungan OEM biasanya datang dengan tarif tetap tunggal yang mencakup semua fungsi dukungan dasar OEM, yang sebagian besar hanya berlaku untuk jenis bisnis tertentu. Seiring bertambahnya usia peralatan, tarif ini akan meningkat seperti sudah dijelaskan diatas. Bagi perusahaan, tentu saja ini bukan hal yang baik, karena berarti, perusahaan harus membayar lebih untuk layanan yang tidak dibutuhkan. Solusinya, TPM menawarkan solusi alternatif berupa paket layanan yang dapat disesuaikan. Alih-alih membayar tarif tetap tunggal untuk paket layanan yang tidak semuanya digunakan, perusahaan bisa memilih layanan spesifik yang memang jelas-jelas dibutuhkan. Pada akhirnya, perusahaan hanya membayar untuk apa yang dibutuhkan—tidak lebih, tidak kurang.

Kekurangan dari TPM adalah oleh karena TPM adalah pihak ketiga dan bukan OEM cisco langsung, banyak perusahaan yang masih ragu mempercayakan maintenance perangkat cisco mereka pada TPM.

Mitos Mengenai Maintenance Cisco oleh TPM

Mitos kesatu adalah, ”Beralih ke dukungan TPM terlalu berisiko dan terkadang, penghematan tersebut bahkan tidak sebanding dengan resikonya”.

Banyak orang awam mempercayai bahwa dukungan TPM akan menempatkan perusahaan anda pada risiko yang besar. Keraguan ini adalah kesalahpahaman yang timbul akibat banyak orang berpikir bahwa dukungan TPM terbatas dalam hal kemampuan maupun kualitas layanan jika dibandingkan dengan dukungan OEM cisco. Pada kenyataannya di lapangan, TPM memiliki kemampuan yang sama, atau bahkan lebih baik untuk mendukung tidak hanya satu produk OEM saja, tetapi menyeluruh.

Mitos kedua adalah, ”Hanya OEM satu-satunya yang memiliki kemampuan untuk mendukung perangkat dari OEM”. Mitos yang satu ini berasal dari asumsi bahwa fokus OEM hanyalah pada satu platform mereka saja, sehingga secara otomatis, OEM bisa memberikan layanan yang lebih baik. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Alasannya adalah, perlu diketahui bahwa fokus bisnis dari OEM adalah tentang merancang, mengembangkan, dan menjual perangkat keras—bukan tentang pemeliharaan.

Mitos ketiga adalah ”Hanya OEM yang memiliki akses suku cadang yang tepat”. Dulu sekali, ketika pekerjaan pemeliharaan IT belum menjamur seperti sekarang, dukungan TPM memang hanya memiliki akses ke suku cadang yang sudah tua ataupun memiliki kualitas yang rendah. Tetapi di jaman sekarang, sebagian besar OEM memiliki jalur khusus yang sudah dapat diakses juga oleh TPM. Selain itu, beberapa OEM bahkan telah bekerjasama dengan TPM tertentu secara kontraktual untuk menyediakan akses ke suku cadang yang kemudian digunakan untuk mendukung TPM menjalankan bisnis mereka. Kini, penyedia TPM tidak hanya memiliki akses ke semua bagian yang sama dengan OEM, tetapi mereka juga dapat mendukung perangkat setelah masa garansi perangkat telah usai.

Mana yang Lebih Baik, OEM atau TPM?

Masih bingung pilih yang mana untuk memaintain perangkat cisco? Berikut kami rangkumkan dari seluruh poin di artikel ini :

  • Biaya Pemeliharaan

TPM akan mengurangi biaya pemeliharaan Anda tetapi penghematan akan bervariasi berdasarkan jenis perangkat cisco Anda. (Keuntungan TPM)

  • Tenaga Ahli

OEM memiliki keahlian teknik yang mendalam pada produk mereka serta pembaruan dan firmware. Penyedia TPM juga memiliki fasilitas teknik yang luas dan teknisi mereka disertifikasi di beberapa produk OEM dan dapat menyelesaikan pembaruan / peningkatan. (Advantage OEM)

  • Siklus Hidup Perangkat

Memperpanjang siklus hidup aset yang ada tanpa berdampak pada operasi harus ditinjau. Adakah peluang untuk menunda penyegaran teknologi dan menghindari belanja modal saat ini? Dapatkah produk didukung lebih lama dan memiliki rencana untuk penggantian suku cadang tanpa peningkatan biaya dukungan? (Keuntungan TPM)

  • Waktu Respons

TPM memungkinkan kemampuan untuk memadukan dan mencocokkan tingkat layanan dalam satu lokasi. OEM memiliki penawaran layanan standar. Cakupan global dapat ditangani oleh TPM sementara OEM akan sering menggunakan bantuan outsourcing. Dukungan OEM akan menghabiskan waktu untuk memastikan itu adalah merek mereka selama terjadi masalah daripada menyelesaikan masalah. Hal ini memungkinkan TPM untuk mengurangi waktu dari panggilan ke pengiriman. (Keuntungan TPM)

  • Fleksibilitas

Apakah Anda memiliki kemampuan untuk memadupadankan tingkat layanan? Apakah Anda ingin mengelola banyak kontrak OEM atau hanya satu kontrak? Sebagian besar OEM masing-masing memiliki standar dan Anda harus mengelolanya masing-masing. (Keuntungan TPM)

Sebagai alternatif lain, menggunakan TPM atau Third Party Maintenance bisa menjadi solusi. Karena, meskipun OEM memang memproduksi dan memberikan dukungan untuk perangkat keras, fokus utama kerja TPM adalah untuk memberikan dukungan layanan dan penjualan kembali.

OEM tidak bergerak dalam bisnis mempertahankan perangkat EOL atau EOS, bisnis mereka adalah mengembangkan perangkat baru untuk menggantikan yang sudah ada, itulah sebabnya biaya dukungan Anda terus meningkat setelah habis masa periode garansi. Di sisi lain, TPM berada dalam bisnis yang tidak hanya mendukung perangkat pasca-garansi, tetapi juga mencari, menguji, dan menimbun perangkat lama.”

Solusi Saat Perangkat Memasuki Masa EOL Selain OEM dan TPM

Seperti sudah dikatakan diatas, mengetahui masa EOL berarti membantu perusahaan untuk bersiap. Biasanya, ketika sebuah produk atau perangkat sudah memasuki masa EOL, maka akan ada notifikasi ataupun email terkait informasi ini. Masing-masing OEM mempunyai kebijakan masing-masing mengenai proses tersebut sehingga informasinya bisa berbeda satu sama lain. Tapi pada intinya, notifikasi atau email itulah yang bisa menjadi patokan kapan perusahaan harus bersiap untuk melakukan pembaruan perangkat.

Apa yang terjadi ketika perusahaan tidak menghiraukannya? Resiko terbesar jelas terkait masalah keamanan. Dukungan OEM yang tadinya sudah termasuk pembaruan keamanan perangkat sudah habis, oleh karena itu, ketika perusahaan tidak melakukan pemeliharaan mandiri ataupun menggunakan layanan pihak ketiga, perangkat tersebut menjadi tidak terlindungi. Belum lagi adanya masalah lain, seperti kehilangan data, perangkat rusak, hilang, atau bahkan terjadi bencana alam.

Solusi lain bagi perusahaan yang tetap berniat untuk memperbarui perangkatnya adalah membeli perangkat baru pada pasar sekunder. Pasar sekunder menyediakan perangkat bekas yang kualitasnya dijamin oleh OEM, yang biasanya disebut dengan produk refurbished.

Ada banyak informasi salah yang beredar di masyarakat terkait pembelian perangkat pada pasar sekunder. Salah satunya yaitu perangkat yang dibeli tidak sebaik milik OEM. Padahal, penjualan pada pasar sekunder, lewat rekanan yang tepat, selalu menyediakan perangkat yang kualitasnya sama dengan perangkat baru, hanya saja dengan harga yang relatif lebih murah. Ini karena barang refurbished sebenarnya juga sudah melewati kontrol kualitas oleh OEM sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup