Dampak Covid-19 Terhadap Rencana Anggaran Belanja IT

Anggaran Belanja IT

Belum usainya pandemi Covid-19 membuat ekonomi global diselimuti dengan ketidak pastian, beberapa sektor bisnis tentang Anggaran Belanja IT belum bisa bangkit dari krisis yang memaksa mereka melakukan efisiensi anggaran. Ketidakpastian perekonomian dunia secara tidak langsung juga mempengaruhi perencanaan anggaran perusahaan untuk tahun 2021.

Bagaimana Covid-19 mempengaruhi operasional IT tahun 2020

Bagaimana Covid-19 mempengaruhi operasional IT tahun 2020

Hampir semua sektor industri menekan budget operasional IT mereka di sepanjang tahun 2020. Meski demikian, penyerapan budget IT sepanjang 2020 terbesar diinvestasikan untuk teknologi-teknologi yang mendukung Work From Home (WFH). Melemahnya perekonomian dunia juga ‘memberi efek ketidakpastian’ dalam proses budgeting 2021.

Berdasarkan hasil survei, 62% perusahaan akan ‘mengencangkan ikat pinggang’ dan lebih berhati-hati dalam mengalokasikan anggaran mereka. 13 % tidak yakin apakah akan meningkatkan anggaran atau mengurangi anggaran. 12% perusahaan tetap akan meningkatkan anggaran sedangkan 12% lainnya tidak terpengaruh.

Bagaimana Covid-19 mempengaruhi operasional IT tahun 2020

Data berikut menunjukan forecast alokasi anggaran yang menjadi prioritas untuk IT tahun 2021. Sebanyak 26% perusahaan akan mengalokasikan anggaran mereka untuk teknologi Remote Working, 22% untuk perangkat jaringan dan security yang menunjang Remote Working dan 19% mengatakan Sebagian IT Staff akan diberlakukan WFH secara permanen.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan saat Penganggaran IT 2021

Hal yang Perlu Dipertimbangkan saat Anggaran Belanja IT 2021

CIO harus mempertimbangkan beberapa hal dalam melakukan perencanaan anggaran untuk tahun 2021, diantaranya:

  1. Teknologi pendukung remote work

Dengan diberlakukannya lockdown, membuat metode kerja remote work menjadi satu-satunya opsi agar bisnis tetap berjalan, CIO fokus kepada anggaran penyediaan akses remote terhadap jaringan lokal kantor, menjamin koneksi aman dan bebas hambatan.

  1. Infrastruktur cloud

Metode remote work memaksa CIO untuk mempertimbangkan investasi di bidang cloud computing, aplikasi-aplikasi office akan sangat efektif jika berjalan di cloud, sehingga para karyawan dapat mengakses aplikasi tersebut dari rumah.

  1. Penundaan rekrutmen dan stop project non-essential

CIO biasanya memiliki strategi dan inovasi untuk menerapkan teknologi baru di perusahaan, yang mana membutuhkan talent baru. Namun pandemi Covid-19 memaksa CIO untuk menunda perekrutan talent baru dan menghentikan project-project non-essential, agar budget perusahaan dialokasikan untuk menjamin keberlangsungan bisnis.

Pandemi Covid-19 merubah total arah strategi banyak perusahaan di dunia, sektor-sektor bisnis yang terdampak langsung oleh pandemi harus melakukan efisiensi anggaran agar bisnis tetap bertahan. Sedangkan sektor-sektor bisnis yang tidak terdampak oleh pandemi dipaksa untuk melakukan penyesuaian metode kerja, yang mana juga merubah strategi bisnis dan merubah rencana anggaran satu tahun kedepan.

Berikut beberapa solusi yang dapat kamu pertimbangkan untuk menghemat budget IT di tahun 2021 :

  1. Migrasi ke Cloud

Teknologi cloud dapat membantu mengurangi pengeluaran budget yang dibutuhkan untuk sistem infrastruktur komputer tradisional. Dengan integrasi sistem cloud, maka anggaran budget yang dikeluarkan dapat lebih disesuaikan dengan besarnya penggunaan. Cloud memungkinkan kamu untuk “membayar sesuai penggunaan”, jadi semakin semakin minim kebutuhan cloud kamu, maka semakin sedikit yang harus dibayar. Dengan migrasi ke cloud, kebutuhan untuk membeli kebutuhan hardware yang memiliki harga tinggi, tentunya dapat ditekan.

  1. Prioritaskan Program-Program Optimasi

Tujuannya adalah agar perusahaan bisa mengefektifkan cost serta tidak menghamburkan resource. Misalnya dengan beralih ke Cloud Spend Optimization kamu bisa menghemat 30% dari biaya bulanan cloud umumnya.

  1. Batasi Pembelian Perangkat Baru atau Perpanjang Lifecycle Perangkat yang Ada

 Tentu saja dengan membatasi pembelian perangkat baru akan sangat menekan pengeluaran. Tapi bagaimana mengatasi masalah “masa pakai” perangkat yang sudah mau habis? Third-Party Maintenance bisa membantu memperpanjang lifecycle perangkat jaringan kamu atau juga mempertimbangkan untuk membeli perangkat bekas.

  1. Partnership dengan MSP (Manage Service Provider)

Dengan menggunakan MSP, pengeluaran bulanan perusahaan dapat dianggarkan dengan baik. Selain itu, MSP biasanya menawarkan SLA yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Bahkan layanan MSP biasanya dapat menjangkau lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh OEM. Tentunya  semuanya akan tercapai jika kamu memilih MSP yang tepat.

Dampak dari Covid-19 masih akan terasa di sepanjang tahun 2020-2021. Namun, dengan perencanaan anggaran yang baik maka kita dapat terus optimis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup