Solusi Monitoring Gas Emisi dengan Aplikasi dari NetData

Monitoring Gas Emisi

Monitoring Gas Emisi – Emisi karbon dioksida, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil, telah meningkat secara dramatis sejak dimulainya revolusi industri. Sebagian besar emisi gas rumah kaca dunia berasal dari sejumlah kecil negara. Terlebih untuk sekarang ini saja, gas emisi yang dihasilkan dari genset juga sangat menyumbang untuk emisi gas karbondioksida baik itu skala besar maupun skala rumahan.

Untuk skala perusahaan, mungkin ini adalah saatnya untuk beralih ke pengaturan emisi dengan memanfaatkan teknologi. Apakah bisa? Tentunya sangat bisa dengan menggunakan Emission Monitoring System.

Mari mengenal mengenai monitoring gas emisi yang sangat penting ini demi menjaga bumi kita dari pemanasan global.

Gas Emisi Penyumbang Pencemaran Lingkungan

Pemerintah Indonesia dalam rangka Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan pemerintah menerapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Baku Mutu Emisi Mesin Dengan Pembakaran Dalam.

Emisi Gas Rumah Kaca Buatan Manusia Global oleh Gas

CO2 menyumbang sekitar 76 persen dari total emisi gas rumah kaca. Metana, terutama dari pertanian, menyumbang 16 persen dari emisi gas rumah kaca dan dinitrogen oksida, sebagian besar dari industri dan pertanian, menyumbang 6 persen terhadap emisi global. Semua angka di sini dinyatakan dalam ekuivalen CO2.

Bisa dibayangkan, berapa pabrik yang ada di Indonesia yang berhasil menyumbang tentang kerusakan lingkungan hanya karena pembakaran genset atau hal yang lain.

Gas Emisi Datang dari Banyak Sektor

Jelas bahwa berbagai sektor dan proses berkontribusi terhadap emisi global. Ini berarti tidak ada solusi tunggal atau sederhana untuk mengatasi perubahan iklim. Berfokus pada listrik, atau transportasi, atau makanan, atau penggundulan hutan saja tidak cukup.

Bahkan dalam sektor energi yang menyumbang hampir tiga perempat emisi – tidak ada perbaikan sederhana. Bahkan jika kita dapat sepenuhnya mendekarbonisasi pasokan listrik kita, kita juga perlu mengelektrifikasi semua pemanas dan transportasi jalan kita. 

Dan kita masih memiliki emisi dari pengiriman dan penerbangan yang belum bisa ditangani dengan teknologi rendah karbon.

Untuk mencapai emisi nol bersih, kita membutuhkan inovasi di banyak sektor. Solusi tunggal tidak akan membawa kita ke sana.

Pengurangan Gas Emisi dengan NetData

Bagaimana bisa kita mengurangi gas emisi jika memiliki perusahaan atau pabrik besar yang sudah pasti tidak bisa mengurangi jumlah produksi? Jawabannya adalah dengan Anda mengandalkan NetData untuk solusi monitoring gas emisi yang memanfaatkan teknologi informasi.

NetData adalah solusi pemantauan emisi secara kontinu yang sudah terintegrasi dengan SISPEK (Sistem Informasi Pemantauan Emisi Industri Kontinyu) KLHK (Kementrian Lingkugan Hidup dan Lingkungan). Selain platform monitoring, layanan NetData mencakup pemasangan aplikasi ini secara baru, normalisasi aplikasi, maintance aplikasi dan juga assesment aplikasi. NetData adalah pengembang IoT & sistem integrator dari Indonesia yang sudah pasti dapat diandalkan.

Kesimpulan

Pengurangan gas emisi harus diperhatikan mulai dari sekarang. Karena ini adalah bentuk kita dalam menjaga lingkungan sekitar kita. Dengan memonitor produksi gas emisi, kita bisa tahu bagaimana kadar maksimal yang bisa kita lakukan, jangan sampai melebihi itu, jangan sampai merusak lingkungan demi masa depan yang cerah dan alam tetap lestari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup