Karakteristik Firewall Yang Sering Digunakan

Manage Service Firewall

Karakteristik Firewall Yang Sering Digunakan Penyedia Layanan Manage Service Firewall

Firewall, ini merupakan sebuah fitur manage service firewall yang disediakan oleh sistem operasi pada komputer. Salah satu sistem operasi yang menyediakan fitur ini adalah sistem operasi Windows.

Definisi dari Firewall adalah sistem keamanan pada jaringan untuk melindungi perangkat dalam hal ini komputer dari berbagai serangan dari luar dengan cara memblokir paket data yang tidak diizinkan. Ingin tau lebih detail tentang firewall ? kalian bisa cek disini.

Kegunaan lain dari Firewall yakni membatasi hingga mengontrol akses data tertentu yang berada dalam suatu jaringan. Firewall ini memiliki ciri atau karakteristik manage service firewall tersendiri yang akan kita bahas berikut ini.

Karakteristik Firewall

Karakteristik dapat dibagi menjadi dua yang pertama dinamakan sebagai personal Firewall dan juga Network Firewall.

Firewall juga menjadi sebuah hal sudah menjadi manage service khusus yakni manage service Firewall.

Dibawah ini telah kami sajikan informasikan pentin untuk mengena kedua ciri atau karakteristik dari Firewall di manage service Firewall.

Personal Firewall

Personal Firewall adalah karakteristik dari manage service Firewall yang dapat dimanfaatkan oleh individu atau perseorangan yang digunakan untuk melindungi komputernya dari berbagai serangan dari luar jaringan.

Manage service Firewall biasanya menyediakan Firewall dalam bentuk aplikasi yang juga bisa satu paket dengan sistem operasi.

Firewall juga dapat dipasang dalam bentuk aplikasi seperti halnya antivirus yang dapat dipasang secara mandiri.

Beberapa manfaat yang mungkin dilakukan untuk penggunaan personal Firewall yakni pengguna bisa terhindar dari spamming, spyware, atau juga virus dapat masuk kapan saja ke dalam komputer tanpa sepengetahuan kita.

Network Firewall

Network Firewall

Network Firewall adalah sebuah keamanan jaringan yang digunakan khusus untuk mengamankan jaringan komputer yang juga diterapkan oleh Manage Service Firewall.

Ada beberapa macam Network Firewall yang ada dengan berbagai tipe jaringan. Tipe Firewall jaringan ini antara lain ISA Server, IPTables, Cisco ASA, Cisco PIX, dan lain sebagainya.

Dari semua jenis Firewall ini tetap memiliki satu tujuan yakni untuk melindungi jaringan komputer dari berbagai kejahatan di dunia maya yang bisa kapan saja masuk dan mencuri data penting.

Selain karakteristik Firewall yang diatas sebenarnya ada beberapa karakteristik dari Firewall yang ada yakni :

  • Firewall harus memiliki tingkat keamanan yang terbaik untuk mencegah serangan dari luar. Dengan demikian maka sistem operasi akan lebih aman sehingga tidak perlu khawatir akan informasi penting yang ada di dalam komputer tidak akan dicuri.
  • Firewall akan membuat aktivitas yang sudah ditentukan di dalam jaringan sehingga dilakukan pembatasan terhadap kegiatan yang ada di dalam komputer, cara ini dapat diatur di dalam sebuah policy atau kebijakan yang bisa di atur dalam konfigurasi.
  • Setiap ada aktivitas baik aktivitas dari dalam maupun dari luar tetap harus melewati Firewall terlebih dahulu. Sehingga Firewall dapat melakukan pembatasan terhadap aktivitas yang berpotensi untuk membahayakan jaringan komputer.

Fungsi Firewall

Adapun fungsi Firewall yang dalam mengamankan jaringan komputer yang sering digunakan Manage Service Firewall akan dijabarkan dibawah ini :

  • Firewall dapat digunakan untuk mengontrol atau mengawasi paket data yang ada di dalam jaringan. Sehingga nanti Firewall akan melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap data yang lewat dan memfilternya.
  • Firewall akan mengecek data yang lewat di jaringan privat.
  • Digunakan untuk mengecek setiap akses apakah mencurigakan atau tidak.

Arsitektur Firewall

Arsitektur Firewall

Arsitektur Firewall seperti yang kita lihat di atas menjelaskan bahwa Firewall terletak setelah internet sehingga semua data yang masuk ke jaringan bisa dibatasi langsung.

Dan beberapa arsitektur Firewall yang sering digunakan Manage Service Firewall seperti dibawah ini :

Dual-homed Host

Arsitektur Firewall yang pertama adalah dual-homed host yang artinya arsitektur ini memiliki minimal 2 interface jaringan yang juga sering juga digunakan Manage Service Firewall di Indonesia.

Untuk mengaktifkan arsitektur ini kita harus mematikan router di jaringan komputer tersebut. Sehingga sistem komputer dapat berkomunikasi dengan dual-homed host dan juga sistem yang ada di luar Firewall. Tetapi kedua sistem ini tidak dapat melakukan komunikasi langsung.

Screened Host

Arsitektur Firewall screened host fungsi dari arsitektur ini adalah untuk menyediakan layanan yang berasal dari jaringan host untuk kemudian diberikan kepada jaringan internal dengan cara menggunakan router yang diatur terpisah.

Menggunakan screened host adalah dengan menggunakan packet filtering. Sehingga setiap sistem yang berasal dari luar atau eksternal yang sedang mengakses sistem internal harus meminta izin terlebih dahulu dan terkoneksi dengan bastion host.

Bastion host yang digunakan jika pengguna ingin memperoleh tingkat keamanan yang tinggi yang terletak di jaringan internal.

Screened Subnet

Arsitektur screened subnet adalah arsitektur dari Firewall yang berfungsi untuk menambahkan lapisan pengaman sebagai tambahan di dalam screened host.

Cara menggunakannya menambahkan sebuah jaringan parameter agar lebih mudah untuk mengisolasi pada jaringan internal.

Cara Block Program Dengan Firewall

Jika Anda pengguna OS Windows kemungkinan jarang menggunakan fitur Firewall atau menggunakannya secara default.

Windows Firewall adalah program gratis yang memang disematkan sebagai fitur keamanan Windows.

Ketika menginstall OS Windows maka Firewall juga sudah termasuk di dalamnya. Anda bisa menggunakan Windows Firewall untuk memblokir program atau aplikasi dari mengakses internet.

Untuk urusan keamanan OS Windows menggunakan Firewall untuk memproteksi diri dari berbagai serangan dari luar maupun dari dalam jaringan.

Jika Anda memiliki program atau aplikasi yang terinstall di komputer tentu akan memperbaharui aplikasinya secara online dan otomatis.

Bisa juga pada saat memperbaharui otomatis tersebut bisa membawa data pribadi Anda namun tidak diketahui.

Maka dengan Firewall Anda bisa mengontrol bagaimana dan kapan program atau aplikasi terkoneksi ke internet ataupun jaringan lainnya.

Berikut adalah cara blokir software dengan Windows firewall khususnya di Windows 10 :

  • Inbound rules

Inbound rules merupakan aturan yang berlaku untuk lalu lintas data yang berasal dari luar jaringan. Contohnya pada saat mengunduh data dari internet.

Klik tombol keyboard Windows+R untuk menjalankan kotak dialog Run. Lalu ketikan “firewall.cpl” > OK untuk membuka jendela Windows Firewall.

Pada jendela Windows Firewall yang terbuka pada sisi kiri klik tombol Advanced settings. Pada jendela advanced settings klik Inbound Rules > New Rule.

Di kotak dialog New Inbound Rule Wizard klik tombol radio berlabel Program > Next. Kemudian masih di dalam jendela New Inbound Rule Wizard pilih tombol Radio berlabel This Program Path > Browse.

Pilih program yang akan diblokir misalnya Google Chrome > Open > cari file executable (.exe) dari Chrome > click Open.

Pada textbox akan terisi alamat dari program Chrome.exe lalu klik next.

Kemudian pilih tombol Radio yang berlabel Block The Connection dan kemudian lalu klik Next.

Pastikan Anda memberi tanda centang ke semua kotak yang berlabel Domain, Private, dan Public kemudian klik Next.

Lalu beri nama Inbound Rule yang sedang dibuat misalnya Chrome Inbound kemudian Klik Finish.

  • Outbound rules

Outbound Rule merupakan aturan yang berlaku untuk untuk lalu lintas data yang berasal dari komputer ke internet.

Contohnya permintaan membuka halaman www.google.com melalui browser termasuk outbound rule, ketika halaman www.google.com telah tampil di browser termasuk inbound rule, langkah pembuatannya sama dengan membuat inbound rule.

Pada jendela Windows Firewall with Advanced Security klik Outbound Rules > New Rule > beri nama yang berbeda dengan Inbound Rule misalnya Chrome Outbound > Klik Finish.

Itulah beberapa pembahasan seputar karakteristik Firewall yang digunakan oleh kebanyakan Manage Service Firewall di Indonesia maupun global. Tertarik dengan layanan manage service firewall dari NetData? Langsung cek produk kami disini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup