Risiko Ancaman Keamanan Jaringan Industri Manufaktur

Keamanan Jaringan Industri Manufaktur

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengamati bahwa dana yang dikeluarkan sektor Keamanan jaringan dan manufaktur untuk sistem keamanan siber masih sangat minim jika dibandingkan dengan sektor lain. Dikutip dari Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, Stephan Neumeier menyebutkan bahwa dana keamanan teknologi informatika untuk manufaktur masih kurang dibandingkan dana yang dikeluarkan institusi finansial, seperti perbankan.

Secara global, berdasarkan data dari Kaspersky B2B IT Security Risks pada 2019, dana yang dikeluarkan sektor manufaktur untuk keamanan siber berjumlah 9 juta dolar pada periode 2018-2019. Dibandingkan dengan sektor perbankan, pada periode tersebut, institusi rata-rata mengeluarkan 22 juta dolar untuk keamanan siber. Sementara sektor kesehatan mengeluarkan 17 juta dolar. Padahal jika digali lagi, industri manufaktur sendiri tidak terlepas dari ancaman serangan siber.

Industri manufaktur merupakan salah satu industri yang melibatkan banyak orang dalam proses bisnisnya, sehingga resiko keamanan pada jaringan industri ini sangat besar. Minimnya pengetahuan keamanan jaringan setiap karyawan menjadi salah satu faktor peluang terjadinya serangan keamanan jaringan, ini menjadi PR besar bagi manajemen untuk membuat infrastruktur jaringan mereka aman.

Karena jika jaringan mereka berhasil dibobol maka dampaknya akan sangat besar bagi operasional bisnis, kegiatan produksi bisa terganggu bahkan bisa berhenti secara total, sehingga akan sangat merugikan perusahaan.

Berikut beberapa resiko ancaman yang bisa terjadi pada industri manufaktur:

  1. Pecurian data

Dalam mencuri data, hacker biasanya menggunakan malware dimana malware tersebut menginfeksi database karyawan atau customer untuk kemudian mengambil data-data pribadi untuk disalah gunakan pelaku, biasanya pelaku melakukan pembelian mengatasnamakan korban bermodalkan data-data yang sudah dicuri.

  1. Phising

Phising tujuannya sama yaitu untuk mencuri data sensitif korban, pelaku biasanya mengirimkan email palsu seolah-olah itu adalah email resmi dan mengarahkan korban untuk mengisi data pribadi mereka. Selain melalui email, di beberapa kasus phising juga menggunakan webpage tiruan seolah-olah web resmi, sehingga korban tertipu.

  1. Serangan DDoS

Serangan DDoS ini tujuannya untuk melumpuhakn infrastruktur jaringan perusahaan, pelaku membanjiri traffic dan session kearah jaringan sehingga utilisasi perangkat-perangkat jaringan naik hingga mencapai batas sampai perangkat tidak berfungsi dengan normal.

  1. Peretasan web perusahaan

Peretasan terhadap web perusahaan adalah salah satu serangan yang sering terjadi, hal ini sangat merugikan perusahaan dan merusak reputasi perusahaan di mata publik.

Resiko-resiko kemanan tadi dapat dihindari dengan meningkatkan kemanan pada jaringan perusahaan, salah satu langkah awal adalah dengan merekrut tim IT yang paham akan security network, langkah selanjutnya adalah mengedukasi setiap karyawan pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan langkah-langkah menghindari serangan cyber.

Namun, hal tersebut tentu menguras banyak waktu dan tenaga, fokus manajemen menjadi terbelah, yang tadinya hanya fokus pada pengembangan bisnis sekarang harus fokus juga mengamankan infrastruktur jaringan perusahaan, supaya hal tersebut tidak terjadi, serahkan semuanya ke Security Solution Netdata, Netdata dapat memberikan solusi pada masalah keamanan jaringan perusahaan kamu dan melakukan monitoring terhadap infrastruktur jaringan 24 jam oleh tim NOC Netdata.

Tertarik dengan layanan keaman jaringan dari NetData ? kalian bisa hubungi kami disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup