Dimana Beli Lisensi Fortinet ?

Dimana Beli Lisensi Fortinet

Dimana Beli Lisensi Fortinet ? Menggunakan aplikasi atau software, tentunya Anda harus menggunakannya secara resmi. Tindakan menggunakan aplikasi yang di-crack adalah pelanggaran hak cipta. Bayangkan saja begini, Anda sudah membuat aplikasi dengan susah payah, mengeluarkan dana yang tidak sedikit, dan Anda akhirnya mempatenkan hasil pekerjaan Anda dan Anda menjualnya, namun ada yang menggunakannya secara illegal, tentu sangat tidak etis bukan?

Berbicara tentang lisensi, Fortinet juga memiliki lisensi untuk produknya diantaranya adalah Fortinet firewall dan Fortinet Suport. 

Sebelum membahas tentang keuntungan dari membeli lisensi Fortinet, Anda mungkin harus tahu bagaimana cara mendapatkan lisensi dari Fortinet.

Bagaimana caranya? Berikut pembahasannya:

Anda harus terlebih dahulu memiliki email yang berisi informasi lisensi. Email ini berisi pdf dan harus dikirim oleh Mitra Fortinet Anda. Masih di layar ini, klik di bawah lisensi dan amati pop-up dengan opsi “Masukkan kode pendaftaran”, yaitu, masukkan kode aktivasi, dan klik lagi.

Dan bagaimana jika lisensi dari FortiGuard kedaluwarsa: Jika lisensi tidak diperpanjang FortiGuard webfilter, penyaringan web berbasis kategori FortiGuard akan berhenti bekerja. Namun, jika ada pemfilteran URL Statis yang diterapkan, itu akan tetap berfungsi sesuai entri yang dikonfigurasi.

Sedari tadi membahas tentang lisensi, namun, apakah Anda tahu apa itu lisensi?

Penjelasan Tentang Lisensi

Dalam dunia IT, Lisensi adalah perjanjian dan pernyataan persyaratan yang mengizinkan suatu tindakan. Misalnya, lisensi software adalah perjanjian antara pengguna dan perusahaan software yang memungkinkan individu tersebut untuk menggunakan program tersebut. Dalam kebanyakan kasus, sebelum menginstal atau menggunakan software, Anda harus menyetujui perjanjian lisensi.

Manfaat Lisensi

Apa manfaat dari lisensi? Tentunya yang paling jelas adalah Anda mendapatkan aplikasi atau software yang Anda gunakan secara legal. Selain itu, biasanya dengan Anda membeli lisensi dari suatu aplikasi, setiap aplikasi tersebut update, Anda tinggal langsung update saja tidak perlu mendownload atau membelinya lagi. Berbeda dengan yang tidak menggunakan lisensi, saat ada update, mereka tidak diberi tahu.

Dan yang paling penting adalah, Anda jika membeli lisensi, Anda terhindar dari tindak pidana. Karena jika menggunakan aplikasi yang tidak memiliki lisensi, Anda bisa ditindak jika pihak aplikasi tersebut tidak terima.

Memang mungkin ada beberapa aplikasi yang tidak perlu menggunakan lisensi masih tidak masalah, namun tidak diberikan akses atau fitur secara menyeluruh untuk aplikasi tersebut. 

Tujuan Lisensi

Tujuan utama dari membeli lisensi adalah Anda menghargai developer dari aplikasi tersebut. Anda tidak menggunakan aplikasinya secara illegal. Seperti yang sudah disebutkan tadi, dengan membeli lisensi, akan selalu terus update dan Anda akan diberi tahu jika ada update.

Mengapa? software berlisensi legal dan original tak mudah disusupi virus atau malware karena mendapat update dari pihak developer. Berbeda dengan produk crack yang umumnya mudah terkena virus atau malware. Pun adakalanya virus atau malware tersebut sengaja di masukkan oleh si pembuat produk crack tersebut. 

Performa dari software yang berlisensi juga lebih stabil dan juga gesit. 

Jenis Lisensi

1. Lisensi Public domain

Ketika software didefinisikan sebagai public domain, siapa pun bebas menggunakan dan memodifikasi software tanpa batasan. Ini adalah lisensi “permisif” yang memungkinkan penerapan kode ke dalam aplikasi atau proyek dan menggunakan kembali software sesuai keinginan.

Karena berbagai alasan, bisnis harus berhati-hati saat mengadopsi software public domain dalam proyek atau aplikasi penting lainnya:

  • Software public domain mungkin tidak selalu mematuhi praktik pengkodean terbaik atau mungkin tidak memenuhi standar software aman yang dibutuhkan aplikasi.
  • Software yang tidak termasuk dalam persyaratan lisensi tertentu tidak selalu merupakan kode public domain. Pastikan software benar-benar public domain sebelum menyalin, menggunakan kembali, atau mendistribusikannya.

2. GNU/LGPL – GNU Lesser General Public License (LGPL)

Di bawah lisensi LGPL, pengembang memiliki hak untuk menautkan ke pustaka sumber terbuka di dalam software mereka sendiri. Kode yang dihasilkan dapat dilisensikan di bawah jenis lisensi apa pun – bahkan kepemilikan – ketika proyek dikompilasi atau ditautkan untuk menyertakan pustaka berlisensi LGPL.

Peringatannya adalah jika ada bagian dari perpustakaan yang disalin ke dalam kode atau dimodifikasi, persyaratan lisensi LGPL asli akan berlaku untuk kode yang dikembangkan yang menggunakan library.

Permisif

Jenis lisensi ini adalah salah satu yang paling umum dan populer di antara lisensi software sumber terbuka. Di bawah lisensi permisif – juga disebut sebagai “Apache” atau “BSD style” – ada beberapa batasan atau persyaratan untuk distribusi atau modifikasi software. Variasi lain dari lisensi software permisif adalah lisensi “MIT”.

Varian dalam lisensi permisif mencakup perbedaan persyaratan untuk mempertahankan pemberitahuan lisensi dan hak cipta untuk software, serta bagaimana software dapat digunakan (komersial atau pribadi), persyaratan merek dagang, dan ketentuan lainnya.

Copyleft

Persyaratan lisensi ini bersifat membatasi – dikenal sebagai lisensi timbal balik. Di bawah persyaratan lisensi copyleft, kode berlisensi dapat dimodifikasi atau didistribusikan sebagai bagian dari proyek software jika kode baru didistribusikan di bawah lisensi software yang sama.

Ini berarti bahwa jika kode yang disertakan dalam produk software ditetapkan untuk “penggunaan pribadi saja”, produk baru yang didistribusikan harus memiliki penunjukan/pembatasan yang sama.

Karena software asli yang disertakan dengan proyek baru memungkinkan modifikasi dan distribusi, ini mungkin bukan lisensi terbaik untuk pengembang software karena kode yang dihasilkan juga harus membawa jenis lisensi copyleft – termasuk ketersediaan kode sumber.

Kepemilikan

Lisensi software ini membuat software tidak memenuhi syarat untuk disalin, dimodifikasi, atau didistribusikan. Ini adalah jenis lisensi software yang paling ketat, melindungi pengembang atau pemilik dari penggunaan software yang tidak sah.

Keuntungan Memilih Fortinet

Sekarang Anda sudah tahu mengapa Anda harus membeli lisensi untuk aplikasi, terutama untuk lisena Fortinet baik itu Fortinet firewall dan Fortinet support. Apa saja keuntungan dari memilih Fortinet? 

Administration Interface

FortiGate yakni perangkat yang menjamin keamanan jaringan secara menyeluruh, sekaligus sebagai gateaway, router, firewall, hub VPN, antivirus, antispam, anti spyware, traffic shapping, dan proxy.

Sebagai informasi tambahan, FortiGate dilengkapi dengan dua interface administratif yang canggih, yakni:

Manajer berbasis website, yakni interface grafis yang dapat dipergunakan lewat browser website.

Antarmuka baris instruksi, yakni interface grafis yang lengkap dan user friendly. Ini artinya ada efisiensi baris instruksi. Jadi, Anda tak perlu mengetikkan berbaris-baris instruksi seperti saat Anda tidak memakai FortiGate.

UTM Fortinet

UTM Fortinet

UTM (Unified Threat Management) yakni fasilitas yang dikhususkan untuk menangani permasalahan keamanan jaringan secara komprehensif. Dalam program ini, FortiGate memiliki beberapa fitur mumpuni seperti firewall, intrusion prevention system (IPS), web filtering, antivirus sekaligus routing dalam satu paket hardware yang super komplit.

Fortinet memiliki beberapa fitur yang sangat canggih, diantaranya adalah:

  • Layanan jaringan meliputi switching dan routing, baik yang bersifat statis maupun dinamis.
  • Layanan keamanan jaringan, meliputi firewall, koneksi VPN yang aman, serta deteksi intrusi dan kemanan endpoint yang mumpuni.
  • Layanan keamanan aplikasi, meliputi kontrol pada spam dan virus, penyaringan web, serta kontrol aplikasi dan mencegah terjadinya kebocoran data. Yang menguntungkan, segala layanan hal yang demikian dapat diaktifkan maupun dimatikan sesuai permintaan. Artinya pengguna dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan.

Fortinet Mempunyai Fitur Virtual Domain (VDOMs)

Virtual domain yang ditawarkan oleh Fortinet ini ialah salah satu fitur yang memberi akses menuju berjenis-jenis perusahaan dengan administrator yang berbeda, namun tetap dengan unit fisik yang sama.

Tujuannya agar masing-masing bisa menjaga konfigurasi yang spesifik, tanpa memberikan pengaruh berlebihan antara satu dengan yang lain.

Mempunyai Tingkat Ketahanan yang Tinggi dan High Availability

FortiGate amat fleksibel, oleh karena itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Untuk itu, ada 4 cara berbeda untuk membikin FortiGate ini high available, yakni dengan mengaplikasikan desain cluster berikut ini:

  1. Menerapkan dua atau lebih unit FortiGate Cluster Protocol (FGPC)
  2. Menerapkan load balancer eksternal yakni FortiGate Session Life Support Protocol (FGSP)
  3. Mempergunakan solusi ketahanan layar 3, umpamanya Virtual Router Redundancy Protocol (VRRP)
  4. Menerapkan solusi layer 2 yakni Fortinet Redundant UTM Protocol (FRUP)

Memiliki Fitur FortiASIC

Dengan adanya fitur FortiASIC, Fortinet bisa mendeteksi dan meminimalisir secara real time, ancaman yang terintegrasi. Tidak hanya ancaman minor, Fortinet sanggup menuntaskan ancaman dalam skala yang lebih kompleks tanpa menurunkan performa jaringan. Hal ini tentu sungguh-sungguh berguna untuk meminimalisir ancaman dan gangguan pada perusahaan.

Fortinet Dapat Menghemat Beban Operasional

Fortinet memungkinkan perusahaan untuk berhemat dengan menekan biaya operasional manajemen keamanan jaringan. Hal ini dikarenakan serangkaian progres manajeman, analitik, basis data dan solusi perlindungan endpoint yang ditawarkan diamati cukup efisien dan efektif

FortiGate Semakin Lengkap dengan Adanya FortiGuard

FortiGuard ialah jasa support dalam menyediakan layanan berjenis-jenis update yang berkelanjutan, untuk menjamin keamanan jaringan komputer.

Fasilitas ini mempunyai database jutaan laman yang kemudian digolongankan dalam sebagian kategori, dan diperlakukan secara berbeda.

Sebagian kategori laman yang diolah dalam FortiGuard antara lain general interest, business oriented, controversial, potentially non-productive, proxy avoidance, adult materials dan lain sebagainya.

Umumnya, staff yang bertugas di Technical Control Unit mempunyai wewenang penuh atas monitoring ataupun pemblokiran laman-laman tersebut.

Butuh Lisensi Fortinet ?

Apakah Anda tertarik dengan membeli lisensi Fortinet? Apakah Anda berpikiran jika membelinya akan ribet? dan Anda akan mendapatkan harga yang mahal? tentu saja tidak jika Anda mempercayakannya kepada NETDATA!

NETDATA adalah salah satu distributor dari Fortinet yang ada di Indonesia yang sudah resmi. Jadi, apapun software maupun hardware dari Fortinet memiliki jaminan original.

Untuk lisensi Fortinet, Anda bisa membelinya dengan harga yang murah di NETDATA dengan proses yang mudah. Menguntungkan sekali bukan?

Maka dari itu, jika Anda butuh lisensi Fortinet yang lengkap, murah, dan terpercaya, pastikan Anda mempercayakannya saja kepada NETDATA! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup