Pentingnya Cloud Disaster Recovery Untuk Keamanan Data Perusahaan

Cloud Disaster Recovery

Apakah Anda sudah pernah dengan tentang cloud disaster recovery? Mungkin masih banyak yang belum mengerti hal ini. Bahkan untuk pelaku bisnis sekalipun yang menggunakan teknologi cloud masih ada yang belum mengehtahuinya. Padahal, yang namanya disaster recovery itu adalah hal yang sangat penting untuk perusahaan Anda terlebih yang menggunakan teknologi cloud.

Sebelum membaca lebih lanjut, bagi kamu yang ingin mengetahui Netdata lebih lengkap, kamu bisa langsung menghubungi kami melalui link di bawah ini.

Konsultasi Via Whatsapp

Mengapa bisa sampai banyak yang belum mengehtahuinya? Karena pada dasarnya, hampir 80% perusahaan yang ada di Indonesia tidak memiki DRC (Disaster Recovery Center). Padahal, sebuah bisnis atau perusahaan akan bergantung kepada primary data center, karena berbagai data dan juga aplikasinya tersimpan di data center.

Mengapa memerlukan cloud disaster recovery? Apakah memang sangat penting untuk data perusahaan? Mari kita bahas!

Mengenal Terlebih Dahulu Cloud Disaster Recovery

Cloud disaster recovery memang bukan menjadi hal yang baru, namun banyak perusahaan yang belum mengerti akan hal ini. Misalkan saja tadi, berbagai data tersimpan di primary data center. Namun, ketika primary data center mengalami gangguan? Walaupun hanya beberapa saat tentunya akan membuat perusahaan atau bisnis menjadi rugi.

Maka dari itu, perusahaan perlu yang namanya DRC untuk kebutuhan jaringan cloudnya yang merupakan penyimpanan primer.

Apa itu Cloud Disaster Recovery?

Sebelum itu, mari membahas tentang cloud disaster recovery terlebih dahulu. Cloud disaster recovery (cloud DR) atau pemulihan bencana cloud adalah kombinasi strategi dan layanan yang dimaksudkan untuk mencadangkan data, aplikasi, dan sumber daya lainnya ke cloud publik atau penyedia layanan khusus. 

Saat bencana terjadi, data, aplikasi, dan sumber daya lainnya yang terpengaruh dapat dipulihkan ke pusat data lokal atau penyedia cloud dan melanjutkan operasi normal untuk perusahaan.

Manfaat Cloud Disaster Recovery

Tujuan cloud DR hampir identik dengan DR tradisional: untuk melindungi sumber daya bisnis yang berharga dan memastikan bahwa sumber daya yang dilindungi dapat diakses dan dipulihkan untuk melanjutkan operasi bisnis normal. DR adalah elemen sentral dari setiap strategi kelangsungan bisnis.

Sebelum munculnya konektivitas cloud dan teknologi swalayan, opsi DR tradisional terbatas pada DR lokal dan implementasi situs kedua. DR lokal tidak selalu melindungi dari bencana seperti kebakaran, banjir dan gempa bumi. Situs kedua DR off-site memberikan perlindungan yang jauh lebih baik terhadap bencana fisik tetapi membebankan biaya bisnis yang signifikan untuk menerapkan dan memelihara pusat data kedua.

Cara Kerja Cloud Disaster Recovery

Untuk bisa memahami cloud disaster recovery secara menyeluruh, mari membahas tentang bagaimana cara kerjanya.

Penyalinan Data dari Primary ke Secondary Site

Jadi, cara kerja cloud disaster recovery ini adalah untuk menyalin data yang ada di primary site ke secondary site sebelum bencana terjadi. Lalu, selanjutnyua secondary site akan mengambil alih dan mengaktifkan akses ke salinan data secara otomatis sementara primary site bermasalah.

Namun, penyalinan ini memang sudah tidak digunakan lagi setelah adanya teknologi cloud. Perusahaan bakal lebih mudah cepat memindahkan data maupun mengaksesnya, sebab penyimpanan dikerjakan secara virtual. Bahkan Anda dapat membukanya selama bencana tertentu berlangsung.

Pengambilalihan Data ke Secondary Site

Jadi, apa yang akan terjadi ketika bencana yang tidak diharapkan itu muncul? Sistem operasional informasi terhadap primary site akan dihentikan, supaya penyalinan informasi ke secondary informasi turut terputus. Kemudian, pemberian akses ke secondary site pun akan dinonaktifkan supaya Anda mampu mengakses informasi yang udah disalin.

Kemudian, ketika primary site mengalami down, secondary site akan diaktifkan oleh proses operasional untuk pengambilalihan data. Primary site juga kebanyakan langsung laksanakan pemulihan selama secondary site aktif, supaya mampu Anda manfaatkan lagi begitu bencana diatasi.

Rebuild atau Perbaikan Pada Primary Site

Lalu, ketika bencana itu terjadi dan secondary site menjadi penyimpanan yang utama, primary site akan melakukan rebuilding atau perbaikan akibat bencana. Dalam hal ini, Anda yang telah mengaplikasikan cloud disaster recovery tak akan menunggu benar-benar lama dan bisa mengoptimalkan informasi terhadap secondary site.

Begitu proses rebuilding selesai, data-data baru yang Anda simpan terhadap secondary site akan disalin ke primary site, agar keduanya akan mempunyai versi yang sama. Hasilnya, Anda bisa menggunakan informasi yang ada di primary site tanpa perlu memulainya dari awal atau mengulanginya.

Mengembalikan Sistem Operasional ke Primary Site

Setelah proses rebuilding telah selesai, selanjutnya apa yang dilakukan? Sistem operasional informasi akan dialihkan ulang ke primary site. Namun sebelum akan pindah, pastikan seluruh pekerjaan di secondary site telah dipindahkan atau tak dilakukan lagi. Kemudian, hentikan seluruh proses penyalinan informasi berasal dari secondary site ke primary site.

Untuk melancarkan proses, memakai hardware khusus yang mampu mengangkat write-protection yang biasanya tersedia dalam primary site. Lakukan pengalihan proses operasional informasi agar pemakaian primary site sebagai web utama ulang efektif seperti sebelum akan bencana terjadi.

Penerapan Disaster Recovery Untuk Kepentingan Bisnis

Sudah tahu bukan jika cloud disaster recovery ini adalah hal yang sangat penting dari cara kerjanya dan juga pengertiannya? Apakah Anda masih ragu untuk memilikinya? Mungkin jika Anda memiliki sebuah bisnis, ini adalah teknologi yang sangat penting.

Penerapan dari disaster recovery ini di dalam bisnis adalah karena berbagai alasan. Namun, untuk menjalankannya secara maksimal, ketahui penerapannya untuk bisnis Anda seperti dibawah ini:

Evaluasi Aset dan Infrastruktur 

Tentunya asset dan infrastruktur adalah bagian yang sangat penting pada bisnis Anda. Jadi, sangat awal yang perlu Anda lakukan adalah membuat daftar aset dan infrastruktur secara terperinci, terhitung tipe dan ukuran informasi yang disimpan, untuk mengantisipasi bencana yang sanggup untuk datang kapan saja. 

Hasil laporan yang Anda buat tadi nantinya akan sanggup dijadikan arahan untuk memilih kuantitas investasi, cara pemanfaatkan, sampai biaya backup dan restore yang dikeluarkan.

Tentukan Parameter Risiko Akibat Bencana  

Selanjnutnya adalah menentukan parameter risiko yang terjadi akibat bencana ketika itu terjadi. Terdapat dua aspek yang sanggup Anda pertimbangkan, antara lain Recovery Time Objective serta Recovery Point Objective yang terkait bersama dengan durasi berhentinya manfaat dan kerusakan.

Merancang Rencana Pemulihan Bencana

Jika sudah menentukan parameter risiko yang terjadi ketika suatu saat terjadi bencana, selanjutnya adalah tugas Anda untuk merancang rencana pemulihan jika misalnya terjadi bencana.

Hal yang bisa Anda lakukan misalnya adalah menyediakan cadangan atau backup, pelaku usaha harus dan hukumnya wajib merancang dan membuat duplikasi sebagai sistem knowledge sekunder atau warm standby. Pembuatan replika area penyimpanan data pun sanggup dikerjakan sebagai cadangan darurat.

Menguji Rencana Pemulihan Bencana Secara Berkala

Setelah semua yang diatas sudah Anda lakukan? Selanjutnya apa? Tentu saja adalah dengan mengujinya!

Rencanakan pengujian pemulihan bencana dengan mengakibatkan jadwal. Kemudian, setelah menerima informasi penting berasal dari bagian tersebut, melakukan evaluasi dan penggantian rincian misalnya diperlukan. Lalu libatkan termasuk karyawan yang terlibat dalam bagian pemulihan sehingga mereka lebih siap.

Gunakan Jasa Penyedia Cloud Terpercaya

Nah, yang mengakibatkan biasanya terjadi bencana adalah salah satunya faktor dari penyedia cloud. Layanan cloud yang penyedia jasa hadirkan perlu memenuhi persyaratan standar yang diberlakukan pihak berwenang. Pastikan mereka membawa sistem keamanan berlapis, pemulihan data yang cepat, dan juga kapasitas penyimpanan cocok kebutuhan. Paket antivirus dan antimalware pun dapat dipertimbangkan.

Jika Anda tertarik dengan penawaran produk ataupun jasa dari kami silahkan Anda menghubungi kami melalui link ini atau bisa juga melalui form kontak kami disini.

Loading

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup