Inilah Cara Memisahkan Bandwidth Lokal

cara memisahkan bandwidth

Dalam dunia komputer, cara memisahkan bandwidth adalah laju transfer data maksimum melintasi jalur lokal tertentu. Bandwidth dapat dicirikan sebagai bandwidth jaringan, bandwidth data, atau bandwidth digital.

Jumlah maksimum data yang dikirim melalui koneksi internet dalam jangka waktu tertentu. Bandwidth sering disalah artikan sebagai kecepatan internet padahal sebenarnya volume informasi yang dapat dikirim melalui koneksi dalam jumlah waktu yang terukur – dihitung dalam megabit per detik (Mbps).

Dalam dunia bandwidth ada yang dinamakan dengan bandwidth lokal dan juga internasional. Namun disini, kita akan membahas secara mendetail tentang bandwidth lokal terutama untuk memisahkan bandwidth lokal dan juga internasional di berbagai kasus. Mengapa bandwidth harus dipisahkan? Untuk lebih lengkapnya tentang bandwidth management Anda dapat membacanya di sini.

Sebelum itu, kita harus tahu perbedaan antara bandwidth lokal dan juga bandwidth internasional.

  • Bandwidth lokal adalah situs atau link di dalam negeri atau juga Indonesia. Bandwidth lokal dapat dibaca lebih teliti. Selain lokal sebenarnya tersedia juga, tapi terhadap perkembangannya seringkali diakui mirip karena sama-sama peering lokal se-Indonesia.
  • Sedangkan untuk bandwidth internasional adalah situs atau link luar negeri. Bandwidth internasional mungkin lebih unggul dari segi kecepatan.

Tanpa basa-basi lagi, berikut ini adalah cara memisahkan bandwidth lokal dengan bandwidth internasional dari berbagai kondisi.

Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik

  1. Buka New Terminal Ketik

/tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http;

Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik

Jika status sudah finished, maka konfigurasi sudah berhasil.

Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik kedua

Untuk kontrol file nice.rsc yang sudah kami download melalui script diatas kami bisa lihat files tersebut ada caranya bersama dengan klik “Files”.

Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik 3

  1. Jika sudah ada file nice.rsc, maka langkah berikutnya adalah ketik import nice.rsc pada new terminal

Import file nice.rscImport file nice.rsc akan berhasil jika ada notifikasi seperti dibawah ini:

Import file nice.rsc 1Untuk mengetahui hasil import nice nya kita bisa ke menu dan klik IP-FIREWALL-ADDRESS LIST NICE maka akan ditampilkan layaknya berikut:

ADDRESS LIST NICE

  1. Langkah selanjutnya adalah membuat beberapa rule mangle, Rule yang akan dibuat kali ini yakni trafik LOKAL pertama klik untuk cara membuatnya terhadap menu IP > FIREWALL > MANGLE > “+”
  • Tab General.

Chain: Prerouting

  • Tab advanced

Src-adress-list: nice

  • Tab Action

Action: mark-connection

New-connection-mark: LOCAL

New-connection-mark LOCAL

New-connection-mark LOCAL 2

New-connection-mark LOCAL

  1. Lalu membuat rule mangle kedua untuk traffic local, di dalam pembuatan rule kedua ini kami membedakan bersama rule pertama, seumpama pertama Pakai src-address-list maka pada rule kedua kami kenakan dst-address-list
  • Tab General.

Chain: Prerouting

  • Tab advanced

dst-adress-list: nice

  • Tab Action

Action: mark-connection

New-connection-mark: LOCAL

  1. Buat rule mangle ketiga untuk trafik lokal, Dalam pembuatan rule ini kami sebabkan mark-paket yang nantinya mark-connection diatas kami kemas jadi mark-paket pada rule ketiga ini
    • Tab General.

Chain: Prerouting

Connection-mark= LOCAL

  • Tab Action

Action: mark-packet

New-paket-mark: LOCAL

Passthrough=no

Buat rule mangle ketiga untuk trafik lokal

Buat rule mangle ketiga untuk trafik lokal

  1. Jika sudah selesai menyebabkan rule mangle untuk trafik lokal Sekarang kita lanjutkan dengan menyebabkan mangle untuk trafik INTER rule pertama dengan
    • Tab General.

Chain: Prerouting

Tab advanced

Src-adress-list: ! nice

  • Tab Action

Action: mark-connection

New-connection-mark:INT

New-connection-mark INT

New-connection-mark INT 2

New-connection-mark INT 3

  1. Lalu kita lanjutkan dengan dengan Rule ke-2 pada trafik INTER dengan
    • Tab General.

Chain: Prerouting

Tab advanced

dst-adress-list: ! nice

  • Tab Action

Action: mark-connection

New-connection-mark: INT

trafik INTER

trafik INTER 2

trafik INTER 3

  1. Jika sudah selesai untuk hal mark-connection, lanjut dengan membuat mark-packet rule terakhir untuk trafik INT.
  • Tab General.

Chain: Prerouting

Connection-mark= INT

  • Tab Action

Action: mark-packet

New-paket-mark: INT

Passthrough=no

mark packet rule terakhir

mark packet rule terakhir 2

Jika rule trafik lokal dan inter telah selesai dibuat, maka akan tampil seperti gambar dibawah ini, jangan lupa untuk beri tambahan comment.

memisahkan bandwidth lokal dan internasional mikrotik baru

  1. Langkah sesudah itu adalah membuat limiter untuk trafik lokal dan inter dengan klik queues > “+”
    • Tab general

Name: LOCAL

Target: 10.22.22.0/24

Max-limit upload dan download = 6M

  • Advanced

Paket-marks: LOCAL

memisahkan bandwidth lokal dan internasional mikrotik murah

memisahkan bandwidth lokal dan internasional mikrotik terbaik

  1. Buat limiter untuk Inter
  • Tab general

Name: INTER

Target: 10.22.22.0/24

Max-limit upload dan download = 3M

  • Advanced

Paket-marks: INT

memisahkan bandwidth lokal dan internasional mikrotik berkualitas

memisahkan bandwidth lokal dan internasional mikrotik paling bagusJika configure limiter sudah selesai, maka rule limiter tampilannya akan sebagai berikut:

memisahkan bandwidth lokal dan internasional mikrotik configureTerakhir coba pengecekan configure. Buka youtube.com untuk mengehtahui limiter INTER terjadi atau tidak, jika limiter tersebut berwarna kuning dan merah maka grafik berikut bekerja bersama dengan benar dan lancar, tapi seandainya limiter hanya berwarna hijau coba dilihat trafiknya lagi, itu tandanya limiter tidak berjalan.

Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik 2 ISP

  1. Anda membutuhkan daftar IP Indonesia yang telah di advertise ke bandwidth lokal dengan mengetikan perintah di bawah ini terhadap terminal mikrotik:Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik 2 ISP
  2. Selanjutnya import file nice tersebut

Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik 2 ISP bagus

  1. Selanjutnya coba cek address-list Anda di menu “Firewall” nanti akan muncul list IP yang ada di Indonesiabuat mangle pada mikrotik

Selanjutnya buat mangle pada mikrotik untuk pertanda routing mark traffic iix dan internasional.

mark traffic

  • Sekarang buat default route nya

default route

  • Karena untuk LAN-nya menggunakan Private IP, jangan lupa untuk membuat Nat nya untuk kedua ISPprivate ip
  • Langkah terakhir adalah melakukan tracert dari LAN. Ini dilakukan untuk memastikan traffic sudah dialirkan melalui route lokal dan internasional. Lakukan perintah berikut pada Command Prompt:Command Prompt

Dari hasil tracert bahwa traffic internasional sudah di alirkan ke ISP B, sedangkan untuk traffic lokal di alirkan ke ISP A.

Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik Queue Tree

  1. Download terlebih dahulu file nice.rsc. Download dengan perintah tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http;. Setelah itu Anda bisa import file tersebut.Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik Queue Tree
  2. Buat rule pada IP farewall mangle, buat rule lokal dengan cara chain forward dan ds-address-list dengan menggunakan nice dengan file yang sudah di download tadi. Dan action yang digunakan adalah mark-connection dengan namanya lokal.mangle rulemangle rule 3 mangle rule 2
  3. Gunakan dua rule packet yaitu download dan upload dengan menggunakan action mark-packet dan connection marknya diarahkan ke rule yang lokal, untuk yang download kita arahkan in.interface nya arahkan pada wlan1 ( koneksi internet ) dan untuk yang upload, arahkan in.interface nya arahkan pada ether2 ( LAN )Gunakan dua rule packet Gunakan dua rule packet 2
    1. Buat rule yang mengarah pada koneksi ke internasional, serupa layaknya rule pada lokal, bedanya disini internasional tidak menggunakan dst-address-list karena nice.rsc hanya terdaftar IP address lokal

    Action yang digunakan yakni mark-connection dan kita tulis bersama internasional Action

    Buat rule

    1. Buat packet yang mengarah ke rule internasional, caranya sama dengan lokal dengan membuat packet untuk memisahkan bandwidth upload dan bandwidth download.

    Untuk melakukannya, buat dua rule yang digunakan untuk memisahkan kedua tipe bandwidth tersebut.

    Bandwith download kita arahkan in.interface nya pada WLAN1 (koneksi internet) dan bandwith upload kita arahkan in.interface nya pada ether2 (LAN) yang mengarah pada client

    Buat packet yang mengarah ke rule internasional 2 Buat packet yang mengarah ke rule internasional

6. Rule yang telah dibuat tadi akan terdaftar pada ip firewall mangle, selanjutnya pisahkan antara lokal dan internasionalfirewall mangle

  1. Masuk pada Queue, tapi sebelumnya membuat type queue terlebih dahulu. Bedakan antara download dan upload , kita membuat dengan kind nya pcq
  2. PCQ Download, classifier yang digunakan yaitu dst.address
  3. PCQ Upload, classifier yang digunakan yaitu src.addressPCQ Upload
  1. Masuk ke menu Queue Tree, tambahkan rule untuk download lokal dan upload lokal. Untuk download beri bandwidth 1Mb dan upload 768Kb.
  • Packet Marks masukkan rule packet yang tadi telah dibuat di firewall mangle
  • Queue Type masukkan type queue yang tadi dibuat pada queue typeQueue Tree
  1. Setelah itu, buat rule pada queue untuk memisahkan bandwidth download dengan bandwidth internasional.bandwidth download
  1. Langkah terakhir adalah melakukan pengujian, caranya adalah dengan menggunakan queue yang sudah dibuat. Tapi sebelumnya coba lakukan speedtest yang ada pada web browser.

Intinya kalau dilakukan speedtest dengan server internasional, maka queue type yang internasionalnya dapat berjalan, begitupun sebaliknya jika dilakukan speedtest dengan server Indonesia, maka queue type yang lokal nya dapat berjalan.

pengujian

pengujian 2

Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik BGP

  1. Yang pertama harus diketahui adalah sudah memiliki topologi. Pada saat sudah terbentuk dan beserta dengan BGP Peernya maka router client akan mendapatkan informasi routing dengan menggunakan flag Dab.Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional Mikrotik BGP
  2. Router tersebut sudah otomatis masuk ke routing table main. Masukkan routing BGP ke dalam table routingrouting BGP
  3. Lalu untuk set Routing Filter pada BGP Peer gunakan:Mikrotik BGP lokal
  4. Semua DAb pada Router List akan memiliki routing mark=IIX atau bandwidth tipe lokalSemua DAb pada Router List akan memiliki routing mark=IIX atau bandwidth tipe lokal

  5. Tambahkan Route Rule dengan src-address = IP LAN seperti berikut:Tambahkan Route Rule dengan src-address IP LAN seperti berikut
  6. Selanjutnya adalah melakukan setting Firewall Matcher Routing Table. Misalnya Anda akan mengatur hanya boleh mengakses website lokal, maka bisa ditambahkan rule firewall seperti ini:Firewall Matcher Routing Table

Cara Memisahkan Bandwidth Lokal dan Internasional di Mikrotik

Begitulah cara memisahkan bandwidth lokal dan internasional dengan menggunakan Router mikrotik. Semuanya memang memiliki berbagai fungsi yang berbeda. Tapi mungkin hal ini sangat berguna bagi penggunaan internet yang ada pada sebuah perusahaan atau pada sebuah instansi seperti sekolah, kantor pemerintahan, atau yang lainnya.

Mark routing memang sangat berguna, bagi Anda yang memiliki 2 upstream link agar mendapatkan akses melewati jalur koneksi gateway tertentu. 

Terkadang 2 buah koneksi internet memiliki pengaturan yang berbeda. Yang satu lebih cenderung cepat di bandwidth lokal, sedangkan yang satunya lagi di bandwidth internasional. Maka dari itu, perlu adanya pengoptimalan seperti berbagai tutorial diatas.

 

Dapatkan penawaran menarik untuk layanan Bandwidth Management dari Netdata disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup