Berbagai Langkah Untuk Melakukan Cloud Migration

Cloud Migration Indonesia

Bagi sebagaian orang yang sudah bekerja dalam bidang IT terutama pada sistem cloud computing, tentunya istilah cloud migration adalah hal yang umum untuk didengar. Sesuai dengan namanya, cloud computing berfungsi untuk memindahkan aplikasi perusahaan utama ke cloud publik. Dalam beberapa kasus, tim yang menangani hal tersebut telah berjuang atau hanya mengalami keberhasilan yang terbatas dalam migrasi cloud mereka. Tetapi mereka tidak pernah menyerah dan mereka menggunakan pelajaran yang mereka pelajari untuk meningkatkan hasil mereka dalam upaya berikutnya.

Jika organisasi Anda ingin memodernisasi aplikasi-aplikasi penting, Anda harus merencanakan migrasi cloud sebagai bagian dari proses ini, Anda tidak ingin mengulangi kesalahan orang lain dalam migrasi cloud bukan? Jadi cloud migration Indonesia adalah solusinya. Jadi disini akan memanfaatkan pembelajaran tersebut untuk mempersiapkan berbagai langkah dari area utama yang perlu Anda pertimbangkan dan atasi untuk memaksimalkan peluang Anda untuk migrasi cloud yang sukses.

Tetapkan peran arsitek-migrasi

Sebelum Anda memulai migrasi cloud, tentukan peran arsitek migrasi untuk memimpin upaya. Arsitek migrasi adalah posisi tingkat arsitek sistem yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan menyelesaikan semua aspek migrasi; tanggung jawab inti mereka harus mencakup mendefinisikan refactoring yang diperlukan untuk membuat migrasi berhasil, merancang strategi untuk migrasi data, menentukan persyaratan solusi cloud, dan menentukan prioritas migrasi dan mekanisme peralihan produksi. Untuk itu, Anda pilih saja cloud migration Indonesia.

Pilih tingkat integrasi cloud Anda

Saat Anda memindahkan aplikasi dari pusat data di lokasi ke cloud, ada dua cara untuk memigrasi aplikasi Anda — integrasi cloud yang dangkal atau integrasi cloud yang dalam; integrasi cloud dangkal (kadang-kadang disebut “lift-and-shift”) dan deep cloud integration. Pilih sesuai kebutuhan, jika Anda masih bingung, cloud migration Indonesia bisa membantu.

Tinjau alokasi sumber daya aplikasi

Bahkan setelah Anda selesai memigrasi semuanya ke cloud, ada beberapa hal lagi yang perlu dipertimbangkan, dan inilah yang dilakukan cloud migration Indonesia. Paling penting adalah optimalisasi sumber daya. Cloud dioptimalkan untuk alokasi sumber daya dinamis, dan ketika Anda mengalokasikan sumber daya (server, misalnya) secara statis, Anda tidak mengambil keuntungan dari kekuatan cloud.

 1 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua operasional PT. Network Data Sistem akan menggunakan domain nds.id per tanggal 8 Mei 2019. Semua informasi/promosi dalam bentuk apapun selain menggunakan domain nds.id bukan tanggung jawab PT. Network Data Sistem Tutup