SaaS Load Balance

Software as a Service (SaaS)

SaaS (software as a service atau perangkat lunak berbentuk layanan) adalah suatu model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatu vendor perangkat lunak yang mengembangkan aplikasi web yang diinangi dan dioperasikan (baik secara mandiri maupun melalui pihak ketiga) untuk digunakan oleh pelanggannya melalui Internet.

Pelanggan tidak mengeluarkan uang untuk memiliki perangkat lunak tersebut melainkan hanya untuk menggunakan. Pelanggan menggunakan perangkat lunak tersebut melalui antarmuka pemrograman aplikasi yang dapat diakses melalui web dan seringkali ditulis menggunakan layanan web atau REST.

Load Balance

Load Balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah user yang telah melebihi maksimal kapasitasnya. Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.

Mengapa Menggunakan SaaS Load Balance?

Ada dua alasan mengapa menggunakan load balancing:

  • Waktu Respon

Manfaatnya adalah untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi beban trafik web maka akan lebih cepat karena beban tidak hanya pada satu server saja.

  • Redudansi

Jika website kita sedang berjalan seimbang di beberapa server dan salah satu server bermasalah maka kita masih mempunyai server lain. Proses pengaksesan pun tidak terhambat dan para pengunjung web pun tidak menyadari bahwa salah satu server sedang mengalami gangguan.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Load Balancing:

  • Dapat membagi pekerjaan secara merata kepada server layanan utama.
  • Sebagai pintu masuk kepada layanan yang ada.
  • Meminimalisir waktu down dari layanan.
  • Mempercepat akses layanan karena dapat mengarahkan permintaan layanan ke server yang memilih respon cepat.

Kelemahan Load Balancing:

  • Menambah biaya karena membutuhkan dua atau lebih server.
  • Jika server induk bermasalah maka semua sistem virtual yang ada di dalamnya tidak bisa digunakan.
  • Penempatan semua data dalam satu server akan menjadi target serangan virus atau pun seorang hacker.